100 Tahun Tekstil, Politeknik STTT Bandung Selenggarakan Indonesian Textile Conference

TEKSTILPOST.ID – Indonesian Textile Conference (ITC) merupakan event internasional yang digagas dan diselenggarakan oleh Politeknik STTT Bandung sejak tahun 2017. Didukung penuh oleh Kementerian Perindustian, ITC mempertemukan ahli – ahli di bidang teklonogi tekstil, garmen dan fesyen, dengan keterlibatan dan partisipasi aktif dari para peneliti, dosen, praktisi, bahkan mahasiswa. Tahun ini konferensi diadakan bersamaan dengan perayaan satu abad pendidikan tekstil di Indonesia terselenggara bersama dengan Fashion and Textile Department of Saxion University of Applied Sciences.

Ketua Panitia ITC Ke-4 Ida Nuramdhani mengatakan kegiatan ini mengangkat tema The Future of Textile and Fashion: At the Intersection of Advanced, Sustainable, and 4.0 Technologies. ITC Ke-4 menghadirkan pembicara dari nasional dan internasional, serta diskusi panel yang diikuti oleh pemerintah, asosiasi dan industi tekstil yang mewakili brand lokal di Indonesia.

“Turut berpartisipasi pula dalam konferensi, pembicara dari enam negara Eropa yakni Perancis, Belanda, Belgia, Jerman, Yunani, dan Spanyol, dan juga dari negara tetangga Asia: Malaysia, India, dan tentu saja Indonesia. Saya percaya, partisipasi ini dapat memberikan perspektif global yang memperkaya konferensi,” jelas Ida, di Hotel Pullman Bandung, Kamis (28/7).

Dokumentasi Plenary Session 1 Indonesian Textile Conference

Pada lokasi yang sama, Direktur Politeknik STTT Bandung Tina Martina menambahkan, konferensi ini tidak hanya tepat dan penting, tetapi tahun ini juga merupakan perayaan 100 tahun pendidikan tekstil di Indonesia. Partisipasi dan kontribusi seluruh peserta dalam konferensi, dengan berbagi dan bertukar ide, memperkuat semangat perayaan dan kolaborasi.

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membahas mengenai strategi dan kebijakan industri tekstil nasional dalam transisi dan persaingan global belakangan ini.

Menurut Menperin, industri tekstil adalah salah satu dari tujuh sektor prioritas yang bertujuan menjadi pemimpin global produksi dan inovasi tekstil fungsional pada tahun 2030.  Dalam prosesnya, industri tekstil Indonesia dituntut untuk membangun kemampuan industri hulu dalam memproduksi bahan berkualitas tinggi sehingga menjadi kompetitif dari sisi biaya.

Dokumentasi Plenary Session 2 dengan Asosiasi dan Industri pada Indonesian Textile Conference

“Konferensi ini, baik sebagai forum maupun platform, merupakan mitra strategis Kementerian Perindustrian dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi tekstil di Indonesia. Industri tekstil dan produk tekstil telah menjadi salah satu sektor andalan Indonesia dan telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujar Menperin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Restu Yuni Widayati menambahkan, dalam persaingan global, industri tekstil Indonesia harus menggeser dirinya dari keunggulan komparatif ke keunggulan kompetitif yang lebih berbasis pengetahuan dengan menguasai teknologi dan mengejar inovasi melalui pendidikan dan penelitian dan pengembangan (R&D).

“Dari aspek pengembangan SDM dan ketersediaan bahan baku , penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang tekstil menjadi sangatlah penting. Untuk itu, upaya adaptasi penyelenggaraan pendidikan bidang tekstil harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *