Industri Tekstil Mulai Bangkit Usai Dihajar Pandemi

TEKSTILPOST.ID – Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Dody Widodo mengatakan industri tekstil masih memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian di Indonesia. Kini, industri tekstil pun mulai menggeliat setelah sempat terpuruk imbas pandemi. Dari data, pertumbuhan sektor tersebut mencapai angka 12,5 persen.

“Industri ini masih menjadi andalan karena jadi salah satu tulang punggung (perekonomian) karena juga menyerap banyak tenaga kerja,” kata dia dalam kegiatan temu alumni ITT-STT-Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil pada Minggu (17/7).

Meski demikian, Dody tak menampik industri tekstil kini sedang mempunyai marak pesaing di sejumlah negara. Untuk meningkatkan daya saing, dia menilai diperlukan adanya kerja sama antara lembaga pendidikan dengan pelaku industri untuk menghasilkan produk berkualitas dan harganya pun bersaing.

“Maka dunia pendidikan seperti adanya Politeknik STTT di Bandung harus menjadi batu loncatan ke depannya memasuki era 4.0 di industri tekstil,” ucap dia.

Dody pun optimis industri tekstil dapat berkembang dan bersaing dengan melakukan ekspor ke banyak negara. Di lokasi yang sama, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh menyebut industri tekstil telah memberi sumbangsih 6,35 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

Bila dinominalkan, nilai ekspor sektor ini sudah berhasil mencapai 13 miliar dolar AS dengan jumlah tenaga kerja di seluruh industri sekitar 3,56 juta. Diharapkan, tahun 2030 mendatang nilai ekspor bisa meningkat hingga menyentuh angka 30 dolar AS.

“Mudah-mudahan pada 2030 nilai ekspor bisa naik mencapai 20 miliar dolar AS bahkan 30 miliar dollar AS,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Reuni Akbar ITT-STTT-Politeknik STTT Haris Sugondo mengatakan, pihaknya bakal mengumpulkan seluruh SDM Kampus pada acara reuni yang digelar 30 Juli 2022. Diharapkan, momen itu dapat dijadikan ajang untuk bertukar pikiran antar alumni dalam pengembangan industri tekstil.

Haris juga mengajak pada seluruh alumni sekolah tekstil agar bisa hadir dalam kegiatan reuni akbar. Rencananya, acara akan dihadiri sekitar 1.500 hingga 2 ribu alumni atau sekitar 50 angkatan. “Kita harus mendukung tekad Kemenperin agar industri tekstil bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *