Digitalisasi Bisnis adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

TEKSTILPOST.ID – Telah dilaksanakan kegiatan Webinar Digitalisasi Bisnis pada Selasa, 7 Juni 2022 yang mengundang Guntur Subagja Mahardika, M.S selalu Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI  Bidang Ekonomi dan Keuangan serta Darius B. Jaya selaku Founder & CEO Poopapack.

Seperti yang kita ketahui pertemuan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2022 mulai membaik dibandingkan saat pandemi Covid-19 yakni pada saat Triwulan II 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun yang awalnya pada Triwulan I 2020 2,97 (Y-ON-Y) % turun menjadi -5,32 (Y-ON-Y) % pada Triwulan II 2020. Kondisi tersebut perlahan membaik hingga pada saat ini Triwulan I 2022 yakni sebesar 5,01 (Y-ON-Y) %.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut tidak luput dari usaha-usaha pemerintah dalam mengembangkan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyak melalui stimulus UMKM 2021. Bentuk stimulus tersebut berupa bantuan produktif usaha mikro, subsidi bunga kredit UMKM, subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP), penempatan dana pemerintah pada bank umum, insentif pajak dan restrukturisasi kredit. Kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 61,1 % dan penyerapan tenaga kerja nasional 116,9 juta (97%).

Selain itu juga sektor pertanian dan perikanan merupakan sumber kesejahteraan dimana pertanian sendiri menggerakan lima sektor strategis diantaranya Energi, Komestika, Pariwisata, Farmasi, dan Pangan. Pada sektor perikanan Indonesia merupakan komoditas ekspor produk perikanan yang ditunjukkan untuk empat negara tujuan ekpor Indonesia diantaranya Amerika, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Terdapat enam produk yang di ekspor diantaranya udang, tuna, cumi, kepiting, rumput laut dan nila. Dari ke-6 komoditas ekspor tersebut udang merupakan produk ekspor dengan nilai tertinggi yakni 37%.

Sesi Foto Bersama Webinar Digitalisasi Bisnis

Tak hanya itu berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, tiga di antaranya menjadi penyumbang terbesar PDB dan ekspor.

“Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi masing-masing subsektor itu adalah 41 persen untuk kuliner, fesyen sebesar 17  persen dan kriya sebesar 14,9 persen. Selain itu, di tahun 2019 sektor ekonomi kreatif juga menyerap sekitar 17 juta tenaga kerja. Dari data tersebut, menunjukkan bawah Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bisnis ekonomi kreatif,” ujar  Guntur Subagja, Selasa (7/6/2022).

Dalam waktu yang sama, CEO Poolapack mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan belanja konsumen sebesar $ 184 miliyar di tahun 2020.

“Kompetisi pokok Indonesia pilihan untuk penguatan dan tantangan untuk menyambut peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan,” katanya.

Melihat potensi-potensi yang dimiliki Indonesia ini akan sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan digital bisnis yaitu melalui UMKM yang digitalkan sehingga para pelaku UMKN dapat mengekspor produk mereka malaui pasar online. Selain itu juga melalui generasi milenial dan kewirausahaan juga dapat menyongsong tren digital Indonesia maju. (Safi’ul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *