Kunjungan Komisi V DPRD Jawa Barat ke SMKN 2 Kab. Garut

TEKSTILPOST.ID – Kedatangan ketua komisi V Dewan Perwakilan Daerah Jawa Barat beserta jajaranya ke SMKN 2 Kab. Garut pada tanggal 21 Maret 2022, membahas mengenai insfrastuktur, pembelajaran tatap muka (PTM) di era pandemi, tenaga honorer dan lain hal.

Kondisi PPKM level 2 saat ini menjadikan SMKN 2 menjadi contoh bagi sekolah lain di Jawa Barat dalam upaya melakukan hal yang serupa yakni melalukan kerjasama dari berbagai bidang industri yang sesuai dengan jurusan yang berada disekolah tersebut, seperti melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan PT Panasonic Manufacturing dan juga dengan Fakultas teknologi dan kejuruan FTPK UPI Bandung sehingga menjamin untuk para lulusan dapat memperoleh peluang pekerjaan atau yang akan melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Terdapat 14 sekolah menengah kejuruan negeri yang ada di Kota Garut, yang insfarstukturnya masih belum layak, sehingga perlu ditingkatkan lagi mengenai upaya-upaya untuk melakukan inovasi terutama pada ruang praktek yang dapat digunakan para siswa melakukan pembelajaran sebagaimana mestinya sesuai dengan standar yang berlaku saat ini, dapat berbaur dengan teknologi yang ada.

Menurut Haris, kualitas guru juga perlu dilakukan penilaian guna meningkatkan upaya melahirkan siswa-siswo dengan lulusan terbaik.

“Guru yang berkualitas yang harus kita kembangkan agara supaya anak didik ini betul-betul punya keterampilan yang baik,” ujarnya

Adanya kunjungan Komisi V dijadikan momentum untuk menyampaikan aspirasinya dalam mengusungkan program perbaikan sekolah, sebagaimana sekolah unggulan, saat ini kondisi sekolah yang masih belum memadai dalam  sarana dan prasarana. Pembangunan menjadi opsi dalam hal ini merekonsturksi bangunan-bangunan yang ada menjadi lebih layak untuk digunakan khususnya ruang belajar praktek bagi sekolah kejuruan.

Harapan kedatangan Komisi V ini dapat menerima masukan mengenai program pembangunan yang dirancang oleh SMKN 2 Garut, agar supaya dapat disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sehingga menjadikan sekolah prioritas unggulan, yang mana harus mempersiapkan berbagai sarana kelengkapan yang baik untuk unit usaha yang bisa menghasilkan sesuai dengan lininya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dapat memenejnya secara akuntable sehingga dapat melakukan perubaha-perubahan sesuai klasifikasi sekolah unggulan dengan ciri khas yang berbeda dengan sekolah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *