Badan Pengawasan UPTD: Tahun 2021 Jumlah Pelanggaran Meningkat

TEKSTILPOST.ID – Pada kegiatan forum pembahasan evaluasi anggaran UPTD di Garut tersebut, juga membahas mengenai penambahan perusahaan yang diawasi oleh Unit pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) di tahun 2021 juga bertambah pula pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan dari berbagai bidang usaha baik usaha besar, menengah, maupun kecil. Kegiatan yang juga dihadiri oleh ketua Komisi V Dewan Perwakilan Daerah Jawa Barat berserta jajaranya, menijau bagaimana kinerja UPTD dalam melalukan pengawasan ke perusahan di Wilayah V ini, solusi seperti apa yang akan dilakukan dalam mengurangi jumlah pelanggaran yang terjadi.

Pengingkatan itu dibandingkan dengan tahun 2020 yang mengawasi 638 perusahaan dengan jumlah pelanggaran 1120 sedangkan pada tahun 2021 dengan jumlah keseluruhan 795 perusahaan dengan jumlah pelanggaran 1991 kenaikan yang cukup meningkat. Sektor perusahaan yang menyumbang pelanggaran terbanyak terdapat pada bidang perusahaan disribusi, retail, akomodasi dan rumah makan dengan jumlah 384 perusahaan.

Terdapat 3 jenis klasifikasi pelanggaran norma kerja yakni, masalah disributor, finasial dan industri manufaktur, yang mana tinggal pelanggaran (K3) Keselamatan dan Kesehatan kerja di wilayan V Tasikmalaya dan juga meliputi pengujian pada alat serta operator yang belum memenuhi lisensi dan implementasi P3K dan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) yang masih jauh dari ketentuan yang seharusnya.

Dengan keresahan yang terjadi mengenai peningkatan pelanggaran yang terjadi, UPTD merancang beberapa program kemitraan guna mengurangi terjadinya pelanggaran di tahun 2022 ini, dengan melakukan kerja sama dengan balai K3 Bandung, dalam melakukan pengujian berdasarkan tingkat klasifikasi yang sudah ada sebelumnya, bekerjasama dengan BPJS kesehatan keternagakerjaan karena masih banyak pelanggaran yang terjadi mengenai kesehatan para pegawai, dan juga melakukan pendampingan kerja disabilitas untuk memasuki dunia kerja agar dapat setara, dengan harapan menguranginya potensi kejadian kecelakaan selama melakukan aktifitas pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *