Anggaran Untuk Desa Harus Dikelola Dengan Bijak

TEKSTILPOST.ID – Pada sidang resis II pada tanggal 7 Maret 2022 di Desa Karang sari Kec. Leuwi Goong Garut juga membahas mengenai anggaran yang masuk ke desa belum dapat dikelola dengan bijak, mengingat banyaknya kebutuhan desa yang belum terlaksana dengan baik, seperti pengelolaan sampah, pembangunan jalan, seta batas wilayah yang ada di desa tersebut.

Kehadiran Memo Hermawan dalam reses di Karang Sari menampung setiap aspirasi daerah yang sudah memiliki anggaran dalam mengurus dan melayani masyarakat dari banya aset kebutuhan yang tidak sedikit. Dalam hal itu dalam pelaksanaanya harus dikelola dengan bijak, sehingga semua aset kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Seperti pembangunan jalan, disetiap daerah provinsi memiliki 2500 Km jalan sedangkan di Kabupaten memiliki 800 Km jalan yang setiap tahunnya pasti ada kerusakan. Maka dari itulah peran pengelola anggaran harus di kelola dengan optimal mengingat pembangunan jalan di Provinsi dan kabupaten pasti akan perbaikan dananya dari anggaran yang sudah tersedia sebelumnya.

Pembangunan respresentatif untuk MBTA di Desa Karang Sari yang telah dilakukan dalam mengurus pembangunan GOR, batas desa merupakan pergantian dari pembiayaan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Desa Karang sari merupakan salah satu desa yang aktif dalam pembangunan berbagai progam-program dan kemasyarakatn. Desa ini memiliki moto desa caang dengan slogan desa “ngabret”. Dengan memaksimal kan anggaran program tersebut dapat berlangsung dengan baik sesuai harapan para warga.

Permasalah mengenai sampah yang belum menujukan titik temu hingga saat ini di Desa Karang Sari dikarena birokasi yang berbelit. Hal itu harus mejadi perhatian Kepala Desa agar dapat mengelola kembali sistem birokasi serta anggaran yang ada, untuk menghasilkan hasil yang optimal sehingga permasalah yang terjadi di Karang Sari dapat cepat diselesaikan, mengingat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *