Pengelolaan Objek Wisata di Jawa Barat Dinilai Belum Optimal

TEKSTILPOST.ID – Kunjungan wisawatan di Jawa Barat di nilai masih sedikit di bandingkan dengan Bali, Lombok ataupun Raja Ampat. Objek wisata di Jawa Barat dinilai kurang menarik lama wisatawan saat berkunjung, kunjungan hanya bersifat sebentar sekitar satu hari sampai 5 hari saja. Kurangnya mengoptimalkan objek wisata untuk budaya original Jawa barat yang menjadi factor utama tidak kurangnya minat masyarakat untuk bertahan lama tinggal.

Memo hermawan yang ditemui pada 19 Febuari 2022 menyampaikan bahwa “jika ada 5 juta kunjungan wisata, 2 juta masuk Jawa Barat, nah tinggal dilihat berapa lama mereka bertahan lama liburan disini dapat dihitung satu sampai lima hari”. Padahal Jawa Barat memiliki potensi yang besar dalam Pariwisata hanya kurang pada konsentrasi upaya penyaluran kebudayaan di Jawa barat yang seharusnya dapat dikembangkan.

Jawa Barat memiliki berbagai tempat wisata gunung, wisata pantai, wisata regili dan wisata sejarah. Berbagai jenis objek wisata lengkap terdapat di Jawa Barat, yang diperlukan hanya bagaimana cara mengelolanya agar lebih menarik perhatian masyarakat dan dapat menetap lebih lama seperti halnya di Bali, Lombok dan Raja Ampat. Contoh seperti di Bali upacara Ngaben serta tari kecak dijadikan objek wisata yang dapat menarik perhatian. Hal itu yang masih kurang didapatkan di Jawa barat.

Menurut beliau kurangnya information center serta pengembangan wisata yang belum optimal yang menyebabkan para wisatawan tidak “betah” lama untuk berkunjung ke Jawa Barat. Objek wisata yang kebanyakan tidak dikelola oleh pemerintah sehingga perkembangan serta upaya memaksimalkan kekayaan yang terdapat di Jawa barat.untuk tempat wisata tidak ada. Beberapa faktor yang mendukung perkembangan objek wisata di Jawa Barat adalah bagaimana peran pemerintah,masyarakat sekitar serta pengusaha,dalam mengelola objek wisata itu belum maksimal hingga saat ini ketiga hal tersebut masih sering bentrok, baik dari pengelolaan lahan, insfratuktur serta sarana dan prasarana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *