Ketua Fraksi PDI-P sampaikan peningkatan kesadaran masyarakat jelang Daerah Otonomi Garut Selatan

Bulan Desember didalam agenda kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat diisi oleh kegiatan Reses Tahun sidang 2021-2022 seluruh anggota dewan kembali ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyegerakan tugas Negara yang sudah ditetapkan, Reses menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anggota DPRD sebagaimana telah tercantum dalam Undang-Undang MD3. Reses sendiri dilaksanakan sebagai upaya menampung setiap aspirasi dari masyarakat. Pelaksanaan reses dilaksanakan secara berkala di daerah pemilihan dari masing- masing anggota DPRD.

          Dalam Reses I Tahun sidang 2021-2022 ini Ketua fraksi PDI-P DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan di beberapa titik di daerah Pemilihan XIV Kabupaten Garut, dalam Resesnya beliau menghimbau kepada perangkat Desa untuk melakukan pengimputan SIPD yang harus tepat sasaran, dalam kesempatan itu pula Kang Memo menyampaikan bahwa pembangunan infrastrutur Desa sangatlah penting bagi kehidupan masyarakat pedesaan dan dapat menunjang naiknya perekonomian desa.

          Dalam Reses I Kang Memo mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran berkaitan dengan akan dilaksanakannya Daerah Otonomi Baru Kabupaten Garut Selatan menunggu pencabutan moratorium presiden tentang pemekaran, beliau menekankan bahwa Garut Selatan dengan potensi yang tinggi harus diiringi dengan kesadaran masyarakatnya untuk berperan membangun wilayah “jangan sampai kita tuan rumah menjadi penonton ditanah sendiri” ucap Memo Hermawan.

          Membandingkan dengan kota-kota besar yang ada Indonesia, dimana masih banyak penduduk pribumi yang justru hanya menonton saat daerahnya dibangun, “kita tahu bagaiman bali di bangun dengan indah atau mungkin Bandung, namun saya perhatikan masyarakat pribumi nya tidak terlibat menjadi pemeran utama dalam membangun daerahnya” tegasnya, pelaksanaan Daerah Otonomi Baru Garut Selatan ini dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal pemerataan pembangunan diberbagai sektor.

          Terhitung 42 Kecamatan dan 421 desa terbentang 3.065 km² yang ada di Kabupaten Garut menjadi tugas berat Pemerintahan untuk mengelolaan keseluruhan secara adil dan merata, maka dengan ditetapkannya Kabupaten Garut Selatan ini selain untuk mensejahterakan masyarakat Garut di wilayah Selatan ini juga dapat menjadi solusi pemasukan Negara dari sektor pariwisata, mengingat kekayaan wisata pantai yang luar biasa, yang ada di Garut Selatan.

Oleh : Santri Agung Wardana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *