Design Studio Birla Cellulose Bandung Usung Konsep Ramah Lingkungan

TEKSTILPOST.ID – Birla Cellulose dinaungi perusahaan pembuatan serat Rayon Spun yang ramah lingkungan dan perusahaan multinasional yakni Aditya Birla Grup. Perusahaan asal India tersebut mempunyai aset berkisar US$48,3 milyar.

Birla Cellulose hadir di Indonesia sebagai perusahaan produksi serat rayon spun pertama dengan nama PT. Indo Bharat Rayon yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sejak tahun 1982.

Liva Eco adalah salah satu serat hasil dari produk mereka yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan membantu menghemat air & mengurangi emisi karbon. Dimana bahan bakunya bersumber dari hutan yang bersertifikat FSC®, terdapat pelacak pada seratnya dan dapat ditelusuri setiap history produk garmen, mulai dari sumber hutan sampai menjadi produk garmen yang memiliki hangtag Liva Eco dengan melakukan scan QR Code.

Seiring bertambahnya permintaan Pasar Global akan produk tekstil dengan konsep ramah lingkungan, Birla Cellulose membuka Design Studio secara global, salah satunya di New York, Amerika Serikat hingga membuka Design Studio di Indonesia tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No. 121, Dago, Lebak Siliwangi – Coblong, Kota Bandung.

Tujuan dari pembukaan Design Studio ini antara lain adalah untuk memberikan support kepada semua pemain tekstil baik dari hulu tekstil sampai hilir tekstil dalam pengembangan produk baik kain & garment

Kedua, membuat program kolaborasi dengan brand fashion merk global, brand domestik, asosiasi pertekstilan, asosiasi designer, akademisi dan pemangku kebijakan pertekstilan di Indonesia

Ketiga, menghubungkan brand – brand, wholesaler, buyinghouses dan eksportir dengan sumber pabrik kainnya

Keempat, sebagai tempat untuk mengembangkan koneksi dengan pabrik pembuat benang, pabrik tenun, pabrik rajut, pabrik processing kain, dan garment – garment lokal Indonesia yang sustainable, dengan bekerja secara maksimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan sustainable untuk pasar lokal dan internasional

Design Studio ini memiliki lebih dari 3.000 koleksi kain dan garmen produk ramah lingkungan yang bertujuan memfasilitasi penggiat produk tekstil domestik sebagai pusat ide dan inovasi untuk pengembangan produk ramah lingkungan.

Salah satu agenda Birla Cellulose Indonesia adalah membuat ekosistem antara Buyer dan Seller, kegiatan ini mereka namakan Buyer-Seller Meet. Kegitaan tersebut baru saja dilaksanakan pada hari, Selasa (23/11/2021) dengan mengundang dan dihadiri kurang lebih 40 perusahaan garment export, garment domestik, domestik brand & global brand sebagai ajang promosi dan menjalin kerjasama diantara Buyer dan Seller.

Tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut, terlihat antusias para pelaku industri garmen khususnya yang bergerak di fashion saat mendengarkan pemaparan dari tim Birla Cellulose Indonesia oleh BapakRitesh Dhar dan didampingi juga oleh Bapak Randy Azmi serta Bapak Robby Inggriyana.

Buyer – Seller Meet ini intinya adalah untuk membangun sebuah ekosistem antara produsen dan pemakai yang mempunyai tujuan yang sama dalam menggunakan material yang ramah lingkungan dan sustainable, sehingga terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

Pengembangan produk ramah lingkungan dan sustainable dengan perusahaan domestik yang ditampilkan di Design Studio Birla Cellulose Bandung selain dipasarkan untuk pasar domestik juga dipromosikan secara global, sehingga membantu peningkatan permintaan industri tekstil ramah lingkungan dari dalam maupun luar Indonesia.

Birla Cellulose selalu berkolaborasi secara aktif dengan organisasi global untuk meningkatkan rantai nilai yang keberlanjutan seperti Canopy, OEKO-TEX®, Zero Discharge of Hazardous Chemicals (ZDHC), Sustainable Apparel Coallition,  Textile Exchange, WBSCD, dan lembaga global lainnya dalam mencapai nilai yang terbaik.

Birla Cellulose mendapatkan peringkat ke-1 dengan total penilaian 33 button dalam hasil penilaian Canopy Hot Button Report 2021, dimana laporan ini dibuat oleh NGO pihak ketiga dari Kanada yang menilai seluruh produsen pembuat serat rayon baik mulai dari sumber bahan baku dan dampak dari proses produksi terhadap lingkungan. Laporan inipun dijadikan sebagai acuan oleh lebih dari 455 brand global yang bergabung pada canopy untuk memastikan produsen yang benar benar ramah lingkungan.

Birla Cellulose selalu aktif dalam setiap kegiatan yang mendukung dalam rantai nilai tekstil, seperti : mendukung mahasiswa fashion design dan designer Indonesia dalam acara fashion show yang digelar di Indonesia, “Buyer – Seller Meet” yang selalu diadakan di design studio Birla Cellulose – Bandung, serta dalam setiap kegiatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *