5 Alasan Sri Mulyani Terapkan Bea Masuk Tambahan Pakaian Impor

TEKSTILPOST.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenakan biaya tambahan untuk produk tekstil impor terutama pakaian dan aksesorisnya. Tambahan biaya ini melalui pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atau safeguard.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 142 tahun 2021 tentang pengenaan Bea Masuk Tindak Pengaman (BMTP) terhadap produk impor pakaian dan aksesoris pakaian.

Adapun tujuan utama pengenaan BMTP ini untuk menekan impor produk pakaian dan aksesorisnya yang ditemukan mengalami lonjakan. Lonjakan impor ini menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian.

“Berdasarkan laporan akhir penyidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) tentang adanya ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri disebabkan oleh lonjakan jumlah impor produk pakaian dan aksesoris pakaian,” tulis DJBC yang dikutip Senin (15/11/2021).

Aturan ini berlaku salam tiga tahun dimulai pada 12 November 2021. Ini berlaku untuk 134 pos tarif untuk pakaian dan aksesorisnya.

Selain untuk menekan impor dan menyelamatkan industri dalam negeri, pemerintah juga berharap pemberlakuan BMTP ini bisa memberikan dampak positif lainnya.

Pertama, untuk memulihkan kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan meningkatkan nilai tambah domestik.

Kedua, memberikan proteksi terhadap industri TPT dalam negeri terutama produk pakaian dan aksesorisnya.

Ketiga, mendorong kinerja industri sehingga berdampak pada peningkatan serapan tenaga kerja.

Keempat, memperbaiki neraca perdagangan dengan penurunan impor produk pakaian dan aksesorisnya.

Kelima, mendorong permintaan dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *