11 Perusahaan Diberi Peringatan Karena Pencemaran Bengawan Solo

TEKSTILPOST.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar memberikan peringatan keras ke 11 perusahaan yang ikut andil mencemari Sungai Bengawan Solo. Perusahaan tersebut wajib memperbaiki instalasi pengolah air limbah (IPAL). 

“Sejak pak Ganjar (Gubernur Jateng) mengecek sendiri pencemaran Bengawan Solo di Karanganyar tahun lalu, kami sudah banyak berbenah. Terutama memperbaiki kualitas IPAL tempat usaha yang mengalirkan limbahnya ke Bengawan Solo maupun anak sungainya,” kata Kepala DLH Karanganyar, Bambang Djatmiko, Selasa (14/9). 

Adapun 11 perusahaan itu berupa pabrik tekstil dan usaha peternakan. Sejak saat itu, dibentuk tim monitoring atau gerak cepat pencemaran Bengawan Solo. Tim ini beranggota petugas lapangan DLH dari Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan sekitarnya. 

Bambang mengklaim hasil pengecekan kualitas air di anak Sungai Bengawan Solo yang dilerjakan tim, menunjukkan membaik dibanding tahun lalu. 

“Dari hasil monitoring dan cek lokasi itu, bisa dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun ini jauh lebih bagus walaupun ada pencemaran yang notabene di wilayah luar Kabupaten Karanganyar,” kata Bambang, Selasa (14/9).

Ia memastikan 11 perusahaan yang dulunya diperingatkan keras lantaran pembuangan limbahnya kurang bagus, telah memperbaiki IPAL. Hal itu berkontribusi pada kualitas air sungai. 

Pengambilan sample air sungai di aliran anak Sungai Bengawan Solo dilakukan di hulu, tengah dan hilir secara berkala.

“Kami cek kondisi air anak sungai Bengawan Solo. Bukan berarti airnya sudah bersih, tidak tercemar. Hasilnya terlihat bagus. Tapi masih kita lakukan pemeriksaan laboratorium di DLH apakah air yang bersih itu masin mengandung limbah berbahaya,” kata Bambang.

Hasil pemeriksaan laboratorium nanti akan dijadikan analisa dasar untuk membuat langkah-langkah kerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk penanganan lingkungan anak sungai Bengawan Solo yang berada di Karanganyar.

“Apakah nanti akan dilakukan sosialisasi, penanaman pohon dll. Kita analisa setelah hasil lab ada,” kata Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *