AK Tekstil Solo Siap Cetak SDM Tekstil Berkompeten

TEKSTILPOST.ID – Sebagai pencetak ahli tekstil, AK-Tekstil Solo melakukan penerimaan mahasiswa baru. Dengan memperkenalkan kehidupan kampus mahasiswa akan beradaptasi pada lingkungan yang baru. AK-Tekstil Solo merupakan pendidikan tekstil dibawah Kementerian Perindustrian.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) AK-Tekstil Solo 2021 mengusung tema SDM Tangguh, Kuat Mental dan Siap Kerja.

Ketua Pelaksana Mahasiswa PKKMB Annisa Zahrani Sofwan mengatakan, mahasiswa baru harus menjadi pribadi dewasa dan mandiri serta mampu adaptasi dengan lingkungan dengan segala perubahannya.

“AK-Tekstil Solo masih melaksanakan kegiatan perkuliahan secara online. Perubahan kegiatan belajar ini perlu diadaptasi oleh mahasiswa, apalagi dengan lingkungan baru. Mahasiswa juga harus memiliki sikap dan keteladanan yang baik,” ucap Annisa dalam wawancaranya dengan Tekstil Post, Senin (23/8).

Ia juga melaporkan bahwa peserta yang ikut serta dalam PKKMB ini adalah 180 orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka dibagi atas 3 program studi yakni Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan kain Tenun dan Teknik Pembuatan Garmen.

“Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan seperti tour kampus secara virtual, talkshow dari pelaku industri tekstil dan seputar kesehatan mental, dan pengenalan unit, UKM, dan organisasi dikampus,” kata dia.

Ketua Pelaksana Dosen PPKMB Yunus Nazar mengatakan, mahasiswa AK-Tekstil Solo harus menyelesaikan 80 SKS dalam 4 semester dengan sistem blok.

“Karena sekolah vokasi berbasis industri, mahasiswa akan menjalankan pendidikan satu semester dibagi dalam satu bulan teori, satu setengah bulan praktik di kampus dan satu setengah bulan praktik di industri. Ini upaya kami untuk mencetak lulusan yang dapat menjawab tantangan industri tekstil kedepannya,” kata Yunus.

Dia juga berharap mahasiswa baru AK-Tekstil Solo dapat berperan aktif dan menunjang kemajuan industri pertekstilan Indonesia.

“Kami optimis bahwa AK-Tekstil Solo mampu mencetak sumber daya manusia yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan industri tekstil dan produk tekstil,” harapan dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *