Kemenperin Hidupkan IKM Produk Halal Dengan ii-Motion

TEKSTILPOST.ID – Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Total lebih dari 207 juta jiwa penduduk Indonesia menganut agama Islam. Dengan angka tersebut, permintaan akan produk halal menjadi lebih besar.

Salah satu produk muslim yang memiliki angka konsumsi tinggi adalah produk fesyen. Dilansir dari kemenperin.go.id , Jumat (8/5/2020), konsumsi fesyen muslim nasional hingga Mei 2020 berada di angka 21 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 299,250 triliun dengan kurs rerata Rp 14.250.

Sementara itu, berdasarkan data The State of Global Islamic Economic Report 2020/2021, konsumsi fesyen muslim dunia pada 2019 mencapai 277 miliar dollar AS. Angka tersebut diproyeksi akan meningkat pada 2024 menjadi 311 miliar dollar AS.

Dengan data tersebut, peluang Indonesia untuk berkontribusi atau mengisi pasar domestik dan global terbuka lebar.

Selain itu, fesyen muslim juga berhasil menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang 2020 mencapai 7,04 miliar dollar AS atau setara dengan RP 100,320 triliun.

Tak hanya itu, industri fesyen memiliki hubungan erat dengan sektor industri tekstil. Dengan angka tersebut, industri tekstil juga memberikan kontribusi sebesar 6,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada 2020.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari peranan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen muslim nasional. Kreativitas dan inovasi yang dilakukan para pelaku IKM tersebut membuktikan produk-produk dalam negeri siap bersaing secara global.

“Industri kecil dan menengah, khususnya di bidang fesyen, terbukti memiliki keuletan dan ketangguhan meskipun ekonomi sedang melemah. Pemerintah mendorong industri ini menjadi motor penggerak ekspor sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Semenjak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, pelaku IKM mengalami dampak yang cukup signifikan. Tidak sedikit pelaku IKM terpaksa harus gulung tikar karena merugi.

Meski demikian, jumlah IKM yang bertahan dengan melakukan berbagai cara juga terhitung banyak. Salah satu cara mereka bertahan adalah dengan memasarkan produk melalui media sosial.

Media sosial menjadi media yang dianggap aman untuk melakukan transaksi jual beli. Sebab, pemasaran dan penjualan secara daring itu tidak memerlukan interaksi tatap muka. Dengan begitu, tidak ada kemungkinan penularan virus corona.

Selain memasarkan produk melalui media sosial, geliat industri fesyen dan halal dapat pula didorong dengan memberi kesempatan bagi para pelaku IKM untuk bertemu pelanggan baru. Untuk itu, pemerintah, dalam hal ini Kemenperin, mengadakan pameran virtual Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion).

Pameran virtual tersebut akan diselenggarakan pada 3-5 Juni 2021. Acara ini diadakan dengan visi membangun ekosistem dan industri halal di Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai referensi dunia dalam pengembangan ekonomi dan industri halal.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Gati Wibawaningsih mengatakan, Indonesia punya potensi menjadi leader produsen produk halal yang barangnya dipakai di banyak negara.

“Indonesia seharusnya tak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi bisa bersaing menjadi produsen komoditas halal yang merajai pasar dunia. Salah satunya melalui pengembangan produk tekstil dan fesyen muslim, yang menjadi komoditi unggulan ekspor Indonesia,” ujar Gati.

Selain untuk memamerkan produk halal lifestyle berkualitas, Gati menambahkan, ii-Motion bisa dijadikan ajang bagi para pelaku industri halal untuk terhubung secara langsung dengan para pelanggan dan calon pelanggan potensial, baik lokal maupun internasional.

Acara tersebut juga dapat menjadi ekosistem industri halal yang terhubung secara digital, mulai dari sektor makanan, minuman, kosmetik, peralatan rumah tangga, hingga fesyen muslim.

“Barang-barang yang kami kurasi memiliki nilai begitu baik dan sangat menunjang tren fesyen muslim yang kekinian,” kata desainer sekaligus kurator ii-Motion 2021 Itang Yunasz.

Pada ii-Motion 2021, tak hanya fesyen muslim yang ditampilkan. Kemenperin juga bekerja sama dengan pelaku IKM industri halal lain, seperti tas, sepatu, kosmetik, perhiasan, kitchenware and tableware, serta produk makanan dan minuman.

Pemenang pertama Indonesia Food Innovation 2020 Ayu Linggih salah satunya. Pendiri usaha artisan keju asli Indonesia Rosalie Cheese ini mengatakan bahwa pelaku IKM pangan seperti dirinya harus terus mengembangkan kualitas, mutu, dan strategi pemasaran produk.

“Salah satu cara yang efektif adalah lewat jejaring yang luas dan pameran berkelas internasional seperti ii-Motion ini,” ujar Ayu.

Para pelaku IKM yang hadir dalam ii-Motion diberikan tempat dan kesempatan berkonsultasi untuk mengembangkan bisnis dalam pojok fasilitasi melalui booth 1 On 1 Consultation.

Kemenperin juga akan menyediakan Klinik Hak Kekayaan Intelektual, Klinik Desain Kemasan dan Merek, Klinik Santripreneur, serta pojok layanan dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka untuk mengakomodasi kebutuhan para pelaku industri halal.

Di booth tersebut, pelaku IKM bisa mendapatkan ilmu baru, seperti cara branding produk dengan pembuatan logo yang menarik dan mendaftarkan produknya sebagai kekayaan intelektual yang harus dilindungi.

Gelaran ii-Motion juga menghadirkan beragam acara lain, seperti fashion show, cooking demo, demo barista, dan hijab demo. Selain itu, peserta dan pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan baru dengan mengikuti webinar. Akan ada webinar dengan topik Industri Halal dan Perkembangannya di Indonesia, Akses Pembiayaan Syariah, serta talk show tentang Bisnis Tren Fesyen dan Potensi Unggulan Pangan Lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *