Kemenperin Menyongsong 100 Tahun Pendidikan Tekstil Indonesia

TEKSTILPOST.ID – Tonggak awal pertumbuhan dan perkembangan dunia pertekstilan di Indonesia ditandai dengan berdirinya Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada 1 April 1922 oleh Pemerintah Hindia Belanda. TIB didirikan untuk membina industri tekstil dan mempersiapkan tenaga ahli dibidang tekstil serta mengembangkan teknik dan peralatan pertenunan.

“Jika dihitung sejak berdirinya TIB, maka Politeknik STTT Bandung secara de facto sebetulnya akan memasuki usia 100 tahun pada tahun 2022,” ujar Direktur Politeknik STTT Bandung, Tina Martina kepada Tekstil Post di Bandung, Kamis (18/3/21).

Tina menuturkan, TIB inipun merupakan cikal bakal dari dua institusi lainnya di lingkungan Kemenperin yaitu Balai Besar Tekstil dan Balai Besar Batik. Karena membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, maka berdirinya Kursus Tekstil Tinggi pada tanggal 1 Agustus 1954 menjadi cikal bakal pendidikan tinggi tekstil di Indonesia.

“Perlu dicatat bahwa kampus ini termasuk dalam deretan lembaga pendidikan tinggi tertua di Indonesia bersama-sama dengan ITB, UI, dan UNAIR,” tambah Tina.

Menurut Tina, banyak tantangan yang dihadapi oleh Politeknik STTT Bandung sehingga tidak mudah mempertahankan eksistensi akan mencapai usia satu abad ini. Banyak perubahan nama dari TIB ini hingga menjadi Politeknik STTT Bandung.

“Kemenperin sebagai Pembina patut bangga atas pencapaian ini,” ungkapnya.

Pada usia nya sekarang Politeknik STTT Bandung merasa sudah sangat matang untuk memantapkan perannya sebagai pengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi  sebagai Centre of Excellence dalam bidang sains dan teknologi tekstil diperkuat dengan bidang fashion.

“Menjadi Centre of Excellence berarti terus menerus meningkatkan kemampuan Politeknik STTT dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian masyarakat,”. katanya.

Tina menambahkan, upaya tersebut terus ditumbuhkan dengan berbagai cara, mulai dari meng- update mesin-mesin dan peralatan pengujian dengan teknologi terkini, meningkatkan SDM, meningkatkan kerjasama dengan institusi di dalam dan luar negeri, memperbanyak akses untuk penelitian serta sinergi dengan Balai Besar Tekstil maupun industri tekstil dan produk tekstil terkait.

“Menuju usianya 100 tahun, dalam lima tahun terakhir ini kami berhasil mengembangkan pendidikan lebih lanjut dengan berdirinya Magister Terapan pada tahun 2018 dengan diiringi pembangunan gedung Magister Terapan dengan fasilitas pendukungnya antara lain electrospinning, Fourier – transform Infrared Spectoscopy (FTIR), UV-Vis Spectrophotometer, Moisture Management Tester (MMT), Fabric Touch Tester (FTT), Stereo Microsope, Sweating Guarded Hot Plate, dan Hysdrostatic head tester,” papar Tina.

Tina menjelaskan bahwa Politeknik STTT Bandung pun berhasil menjadi Politeknik ke 7 di Indonesia yang meraih predikat akreditasi A.

“Peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan dengan mendekatkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri, pada tahun 2018 kami pun mengembangakan kurikulum dual system yang mengkolaborasikan proses pembelajaran di kampus dengan produksi di industry,” ucapnya.

Dengan dukungan BPSDMI Kemenperin, Politeknik STTT Bandung siap berperan aktif dalam mendukung Program Making Indonesia 4.0 dengan  membangun dan mengembangkan satelit Digital dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri 4.0 (Satelit digital PIDI 4.0) bidang tekstil dan apparel.

“Satelit digital Politeknik STTT Bandung menjadi showcase industri 4.0 di Bidang Tekstil, menjadi research center pengembangan Industri 4.0 fuctional textile, menjadi pusat pendidikan tesktil 4.0, serta menjadi pusat kerjasama industri 4.0. Sejalan dengan PIDI 4.0, satelit digital Politeknik STTT Bandung  memiliki lima pilar utama antara lain, showcase, capability, ecosystem, delivery,  dan pemanfaatan teknologi,” papar Tina

Tina melanjutkan pencapaian lainnya dalam hal reformasi briokrasi yaitu dicapainya prestasi sebagai unit kerja pelayanan berperdikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2019.

“Kami bertekad untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pda tahun ini”, tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *