Melihat Potensi Ekosistem Tekstil Untuk Perbankan Syariah

TEKSTILPOST.ID – Potensi ekosistem tekstil Indonesia dapat digarap signifikan oleh perbankan syariah. Mengingat modest fashion merupakan salah satu segmen yang diprioritaskan oleh pemerintah untuk pengembangan ekonomi syariah.

Direktur Utama PT Sri Rejeki Tekstil Tbk Iwan S Lukminto mengatakan ekosistem tekstil Indonesia sudah sangat lengkap dan butuh support termasuk dari bank syariah. Ekosistemnya meliputi dari bahan baku fiber, pertenunan, kain hingga menjadi garment.

“Ekosistem ini sudah sangat lengkap di Indonesia, sehingga dapat dikawinkan dengan perbankan syariah untuk membiayai semua ekosistemnya,” katanya dalam Webinar ISEI Jakarta, Rabu (17/3).

Keterkaitan dalam ekosistem ini sangat penting agar aktivitas ekonominya bisa berpusat di Indonesia. Iwan mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini kurang ideal karena masih banyak pasokan dalam ekosistem dipenuhi oleh impor.

Seperti industri mukena atau kerudung yang menggunakan kain dari impor karena harganya yang murah. Sementara pemasok dari industri dalam negeri tertinggal karena kalah bersaing dalam harga.

Iwan mengatakan dengan skala usaha yang lebih besar, maka daya saing bisa ditingkatkan. Hal ini dapat terwujud dengan bantuan pendanaan dari bank syariah yang juga fokus dalam pembiayaan secara ekosistem.   

“Ide kami adalah penguatan pendanaan secara korporasi, jadi kami sebagai bapaknya yang membawahi industri kecil menengah dan usaha kecil menengahnya, jadi bisa secara ekosistem,” katanya.

Pendanaan secara ekosistem ini juga dapat menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat industri produksi Indonesia. Seperti yang digaungkan pemerintah dalam keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Iwan mengatakan ini harus menjadi agenda edukasi bersama.

Lebih lanjut, Iwan menyebut perusahaannya juga berkomitmen pada fashion halal dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang sudah tersertifikasi halal. Perusahaannya juga mulai concern pada teknologi digital yang dapat meningkatkan pertumbuhan secara signifikan.

Sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *