IKATSI Minta Tolong Perbankan Bantu Industri Tekstil Untuk Modal

TEKSTILPOST.ID – Industri tekstil menjadi salah satu sektor yang masih kesulitan dalam mengakses likuiditas atau penyaluran kredit dari perbankan untuk modal kerja. Hal ini terjadi karena adanya traumatik terhadap industri tekstil. 

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan komunikasi yang cepat antara pihak industri dan perbankan. 

“Jadi ada beberapa keluhan dari teman-teman di industri bahwa kita sedang membutuhkan modal kerja untuk mengungkit detail yang terputus tahun lalu. Tapi rasanya dari perbankan masih ada traumatik terhadap industri ini. Oleh karena itu, saya kira ini dibutuhkan komunikasi yang cepat antar pihak industri dan perbankan supaya tahu bahwa industri tekstil sudah layak pinjam sementara di sisi lain perbankan objektif,” katanya sebuah acara, Rabu (10/3/2021). 

Di sepanjang tahun 2020 industri tekstil memang mengalami pertumbuhan negatif. Di mana kinerja ekspor terkontraksi sebesar 17%, kemudian juga tenaga kerja di sektor industri tekstil berkurang sampai 13%. Namun, saat ini dikatakan industri tekstil sudah mulai bangkit kembali.

“Utilisasi sampai hari ini itu tercatat 60-70%, sudah mulai kerja ya. Dan ini saya sangat gembira karena berarti teman-teman karyawan sudah mulai masuk dan dapat gaji dan ini akan meningkatkan daya beli mereka. Oleh karena itu, persiapkan modal kerja karena setahun yang lalu modal kerja mereka itu tergerus,” jelas dia. 

Jadi, lanjut dia, ini sangat emergency untuk pihak perbankan menolong atau membantu industri tekstil supaya segera menggeliat. 

“Saya ingin meyakinkan teman-teman perbankan bahwa industri tekstil adalah industri yang sangat menjanjikan,” ucapnya. 

Menurut dia, modal kerja ini sangat dibutuhkan oleh teman-teman industri karena pada tahun 2020 tepatnya saat pandemi Covid-19 modal kerja mereka tergerus. 

“Kita ketahui mereka walaupun tidak kontraksi kan harus membayar karyawan yang di rumahkan sementara tidak ada pemasukan, terus listrik harus dibayar juga, BPJS dan segala macam asuransi-asuransi harus dibayar,” ucap Suharno. 

Sementara itu, dalam hal ini pemerintah juga harus turut membantu. Diharapkan pemerintah dapat segera menjembatani komunikasi antara para bankir dengan para industri tekstil agar dapat bertemu di satu titik. 

“Karena ini harus kerja sama antara perbankan dan industri supaya ekonomi kita itu segera bangkit. Itu saya kira pemerintah di situ tugasnya menjembatani supaya segera ada landing di modal kerja teman-teman industri tekstil,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *