KBRI Yangon Myanmar Didemo, WNI Dipastikan Aman

TEKSTILPOST.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah buka suara soal kondisi WNI usai KBRI di Yangon Myanmar didemo.

Dalam keterangan pers virtual pada Selasa (23/2), Faizasyah membenarkan peristiwa demo itu. Ia juga menyampaikan bahwa unjuk rasa yang terjadi di KBRI Yangon merupakan suatu kesalahpahaman.

https://twitter.com/hninyadanazaw/status/1364065968364736512?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1364065968364736512%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fkumparan.com%2Fkumparannews%2Fkbri-yangon-didemo-wni-di-myanmar-dipastikan-aman-1vESMWit0Mc

“Unjuk rasa, penyampaian pandangan, harapan dari masyarakat Myanmar, berlangsung berhari-hari dan juga terjadi di depan KBRI kita,” ucap Faizasyah.

“Ini adalah realita yang terjadi di Myanmar intinya untuk memastikan masyarakat Indonesia yang ada di Myanmar tetap dalam kondisi baik dan terlindungi,” sambungnya.

Data terakhir Kemlu, ada sekitar 500an WNI yang menetap di Negeri Seribu Pagoda. Mayoritas WNI bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen, dan ABK

Sebelumnya, unjuk rasa yang dilakukan oleh massa di Myanmar di depan KBRI Yangon terjadi pada Selasa (23/2) pagi.

Menurut keterangan Faizasyah, demo itu dipicu oleh artikel Reuters yang menyebut Menlu Retno Marsudi mendorong rencana agar ASEAN segera mengirim peninjau untuk memastikan militer Myanmar menggelar pemilu.

Ditegaskan oleh Faizasyah bahwa artikel tersebut tidak benar. Ia juga menegaskan posisi Indonesia sejak awal prihatin terhadap kondisi di Myanmar dan mengimbau Myanmar mematuhi prinsip Piagam ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *