Industri TPT Diramalkan Tumbuh 2% di Kuartal I/2021

TEKSTILPOST.ID – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) diramal akan mulai menikmati pertumbuhan setidaknya 1-2 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan secara industri tren ekspansi pelaku industri cenderung naik sejalan dengan survei IHS Markit di mana periode Januari tercatat naik di level 52,2.

Menurutnya pendorong utama masih berasal dari ekspor. Di tambah permintaan pada produk tengah atau intermediate yakni kain cukup terjaga karena adanya safeguard.

“Sentimen vaksinasi juga positif meski terkait daya beli saya belum tahu laporan datanya tetapi memang untuk garmen di domestik masih rendah sekali meski order cukup berjalan,” katanya, di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Sementara meski ekspor menjadi pendorong, tetapi Rizal mengemukakan hambatan kelangkaan kontainer eskpor juga tidak bisa dihindarkan. Meski hal itu lebih berpengaruh pada margin perusahaan yang mengecil.

Sementara sejumlah penguncian negara yang belum lama ini kembali dilakukan sejumlah negara dinilai tidak signifikan mengganggu ekspor.

Sisi lain, untuk bahan baku yang masih impor yakni kapas memang sempat mengalami kenaikan harga. Namun, adanya bahan baku rayon dan poliester yang masih bisa di dapat dari dalam negeri cukup menjadi subtitusi saat ini.

“Selain ekspor produk dyeing finishing printing juga mulai menggeliat. Meski kenaikan harga bahan baku berdampak pada biaya produksi tetapi tidak terlalu fluktuatif.” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Rizal pun memproyeksi kuartal I/2021 ini industri tekstil akan mulai menikmati pertumbuhan setidaknya 1-2 persen. Meski utiliasai belum begitu berbeda dari akhir tahun lalu.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian memproyeksi kinerja tekstil tahun lalu akan minus 5,41 persen dan tahun ini mulai bergerak positif meski masih tipis di level 0,93 persen. Sementara untuk pakaian jadi kinerja akan diproyeksi minus 7,37 persen pada 2020 dan membaik pada posisi 3,75 persen pada 2021 ini.

Rizal menyebut untuk produsen yang berorientasi ekspor saat ini tercatat memiliki utilisasi tertinggi yakni di level 90 persen. Adapun industri hulu saat ini utilisasinya masih 50 persen dan industri tengah dikisaran 60 persen.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja juga pernah mengatakan secara data riil kinerja pada 2020 memang belum dirilis tetapi secara survei internal anggota API pada kuartal IV/2020 utilisasi sudah menunjukkan peningkatan. Sebelum ditekan Covid-19, utilisasi rerata industri TPT hanya di kisaran 20 persen.

Hal itu dikarena sejumlah peritel yang tutup dan sepi, juga penguncian sejumlah negara yang membuat ekspor terganggu. Namun, upaya pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian yang mulai menata kembali perniagaan impor sudah mulai membuahkan hasil.

“Akhir tahun lalu sudah masuk di atas 15 mesin printing dan akan ditambah 36 mesin yang sudah kontrak dan masuk pada kuartal I/2021 ini. Penambahan mesin itu terjadi tentu karena utilisasi sudah full dan ini tidak terjadi pada periode 2018 hingga 2019,” katanya.

Sumber: Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *