Epson Dorong UKM Dengan Printer Tekstil Modern

TEKSTILPOST.ID – Masa pandemi bukan rintangan untuk menghentikan kreasi. Bagi sebagian pelaku usaha kecil menengah (UKM) masa pandemi ini menjadi peluang bisnis agar mampu bertahan di saat krisis. Salah satunya adalahUKMyang bergerak di bidang tekstil cetak yang banyak digunakan untuk jersey olah raga, hijab atau produk busana wanita.

Di masa pandemi, produk tersebut banyak dipasarkan melalui media sosial atau e commerce untuk menjaring konsumennya. Hal ini dilakukan untuk menekan tatap muka yang dapat memicu penyebaran Covid-19 dan memperluas akses pasar. 

Lina Mariani, Product Marketing Commercial and Industry Manager PT Epson Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/12) menyebutkan selama pandemi di tahun 2020 ini, printer tekstil termasuk salah satu bisnis yang tetap tumbuh dari tahun sebelumnya. Teknologi modern dalam sistemprinter tekstiltelah berdampak positif bagi pengembangan kualitas produk dan pengembangan usaha yang lebih luas. 

Seperti hasil cetak dari printer ke media kain (sablon) sangat cepat berlangsung hanya dalam waktu tidak kurang dari 5 detik. Selain memiliki tingkat pengeringan tinggi pada hasil sablonan printer generasi terbaru ini mampu meningkatkan produktivitas tinggi.

“Hasil cetak yang berkualitas, dan downtime yang minim membuat printer ini tepat digunakan pada industri tekstil tingkat UKM  hingga pabrik,” kata Lina di sela peluncuran printer tekstil, SureColor F10030 beberapa waktu lalu. 

Dari bentuk fisik Epson F10030 adalah printer tekstil selebar 1,8 meter pertama dari Epson. F10030 mampu mencetak ke kertas transfer standar dan ditujukan untuk berbagai kebutuhan sublimasi seperti mode, pakaian olahraga, perabot rumah tangga, barang promosi dan signage.  

Printer generasi ini sudah dilengkapi dengan empat warna  CMYK dengan kepadatan tinggi, dari inkjet Epson UltraChrome DS. Tinta ini tersedia dalam kemasan 3L atau 10L. Anda tidak perlu khawatir saat printer bekerja dan mengalami kehabisan tinta. Anda dapat menukar tinta yang kosong tanpa menghentikan proses percetakan. Tinta dimuat pada dua tempat. 

“Peluncuran produk ini melengkapi jajaran printer tekstil yang sudah diluncurkan sebelumnya. Kami berharap hadirnya produk ini dipasaran, produk ini dapat mendukung perkembangan industri tekstil yang ada di Indonesia, khususnya bagi UKM di era pandemi saat ini,” katanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *