Indonesia Resesi! Tekstil Catat Minus 9,32% Kuartal III/2020

TEKSTILPOST.ID – Badan Pusat Statistik mendata ekonomi Indonesia pada kuartal III di 2020 mengalami pertumbuhan minus 3,49% dibandingkan pada periode sebelumnya  (year-on-year/YoY). Hal ini membuat Indonesia resesi untuk kedua kalinya sejak 1997-1998 karena Produk Domestik Bruto (PDB) sudah negatif dalam dua kuartal beruntun.

Berikut data laporan BPS pada Kamis (5/11):

1. Industri alat angkutan mencatatkan minus 29,98% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020, industri ini juga minus 34,29%
2. Industri mesin dan perlengkapanmencatatkan minus 10,76% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 13,42%
3. Industri karet, barang dari karet dan plastikmencatatkan 9,61% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 11,98%
4. Industri tekstil dan pakaian jadimencatatkan minus 9,32% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 14,32%
5. Industri batu bara dan pengilangan migasmencatatkan minus 7,17% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 10,31%
6. Industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrikmencatatkan minus 6,86% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 9,29%
7. Industri pengolahan tembakaumencatatkan minus 5,19% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga minus 10,84%

Tetapi, ada juga sektor industri yang masih mencatatkan pertumbuhan positif pada periode tersebut, yaitu

1. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisionalmencatatkan tumbuh 14,96% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga tumbuh 8,65%
2. Industri logam dasarmencatatkan tumbuh 5,19% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga tumbuh 2,76%
3. Industri makanan dan minumanmencatatkan tumbuh 0,66% di kuartal III/2020. Pada kuartal II/2020 industri ini juga tumbuh 0,22%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *