Produksi Brand Adidas dan Uniqlo, Pan Brothers Catat Pertumbuhan Produksi

TEKSTILPOST.ID – Perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT), PT Pan Brothers Tbk mencatatkan kinerja produksi masih mengalami pertumbuhan walaupun pandemi COVID-19 belum usai.

Industri yang berdiri sejak 1980 itu memiliki kapasitas produksi di tahun 2019 sebanyak 117 juta pakaian dengan 97% untuk pasar ekspor.

Corporate Secretary Pan Brothers, Iswar Deni mengatakan hingga menuju akhir 2020 ini, perseroan tetap mengalami kenaikan permintaan sehingga penjualan tetap naik kalau dibanding periode tahun sebelumnya.

Sejalan dengan yang sama, Iswar mengungkapkan sejauh ini belum ada kendala produksi di pabrik meski 70% bahan baku masih dipasok dari impor.

“Semua permintaan bisa kita terima jika sesuai rencana. Kita di bonded area dan supplier kita juga dari banyak negara luar,” katanya dalam siaran pers, Jumat (30/10).

Dikutip Bisnis.com, Iswar mengatakan permintaan yang paling mendorong kinerja di tahun pandemi ini tetap dari brands untuk produk technical and functional wear yang menjadi keunggulan perusahaan.

Perseroan yang sudah memiliki enam pabrik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Tangerang ini sejak Maret 2020 juga sudah memproduksi brand sendiri untuk produk masker dan mulai April 2020 menyusul memproduksi hazmat untuk domestik dan ekspor ke Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah.

“Kami juga memproduksi macam-macam garmen yang anti air dan anti bakteri, dan yang lainnya tetapi penjualan terbesar tetap ke brands,” ujar Iswar.

Dalam laporan keuangan pada bulan September 2020, penjualan perseroan kepada brands yakni Adidas Sourcing Ltd meningkat 27,61% secara tahunan menjadi US$ 81,69 juta, sedangkan penjualan kepada Uniqlo menurun 28,49% secara tahunan menjadi US$ 75,98 juta.

Perusahaan yang berkode saham PBRX tersebut berhasil mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 20,59 juta dengan bertumbuh 32,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan perhitungan kurs per 30 September 2020 senilai Rp 14.918, maka laba bersih PBRX per kuartal III di 2020 setara dengan nilai Rp 307,16 miliar.

Adapun, pendapatan perseroan mampu bertumbuh 6,49% secara tahunan menjadi US$ 523,79 juta atau sekitar Rp 7,81 triliun hingga periode kuartal III tahun 2020.

Sebelumnya, Vice Chief Executive Officer Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto sebelumnya mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi dalam digitalisasi dan otomatisasi proses produksi.

Lanjutnya, perusahaan biasanya mengeluarkan belanja modal sekitar US$10 juta sampai US$ 15 juta per tahun untuk melakukan digitalisasi maupun otomatisasi tersebut.

Menurut prediksinya, Pan Brothers akan mengalami pertumbuhan produksi pada tahun ini. Namun demikian, lanjutnya, pihaknya harus memeriksa kembali pertumbuhan penjualan pemilik merek yang dipasok oleh perseroan.

Pasalnya, pada semester I/2020 banyak pemilik merek internasional yang menunda pemesanan. Pada saat yang bersamaan, sebagian pemilik merek internasional memindahkan pasokan garmennya ke perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *