Perban Berbasis Smartphone Untuk Mempercepat Pemulihan Cedera

TEKSTILPOST.ID – Lutut mengalami beban terberat dalam olahraga dan 50% cedera lutut robek karena anterior cruciate ligament  (ACL) yang bekerja terlalu besar sehingga perlu disembuhkan atau dioperasi.

Sepertiga orang yang memiliki risiko operasi osteoartritis di lutut tersebut, dalam kurun waktu 10 tahun karena mereka tidak benar-benar mengikuti proses rehabilitasi lutut mereka, maka orang tersebut mengalami gangguan lutut seterusnya.

Sana adalah perban dengan sensor gerak yang dipasangkan dengan aplikasi smartphone dan memungkinkan pasien dan ahli fisioterapi melacak pemulihan mereka dari rumah.

Pengembangan ini dilakukan oleh Brunel University London, Tanaka Kungwengwe  mengatakan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Applied Sciences, perangkat yang dapat dikenakan yang ramah pengguna dapat meningkatkan rehabilitasi pasca operasi ACL untuk pasien dan fisioterapi.

“Ini adalah sistem rehabilitasi lutut jarak jauh digital pertama dari jenisnya yang memenuhi kebutuhan khusus pemulihan rekonstruksi ligamen anterior, melalui gamifikasi dan desain perilaku manusia,” ucapnya dalam siaran pers, Selasa (27/10).

Tanaka mengungkapkan, ada banyak aplikasi rehabilitasi digital untuk operasi lutut. Tapi sebagian besar ditargetkan untuk pemulihan dari total operasi lutut dan bukan karena cedera ACL.

ACL adalah pita jaringan ikat padat antara tulang paha dan tulang kering. Ini paling sering terjadi dalam olahraga seperti sepak bola dan bola basket, di mana pemain, melompat, mendarat, dan bergerak secara tiba-tiba. Dengan sekitar 15.000 operasi ACL rekonstruktif setahun di Inggris seharga £ 63 juta, pasien yang tidak melakukan rencana latihan rehabilitasi terbebani dengan besarnya harga perawatan kesehatan.

Dilansir Med-Tech Innovattion, sistem Sana dibuat untuk mengukur gerakan setiap pasien. Fisioterapis dalam smartphone melihat gerakan pada ‘lutut yang baik’ pasien untuk mengatur latihan dan rentang gerakan untuk mengembalikan lutut agar pulih. Fisioterapis akan menetapkan tujuan yang realistis untuk pasien tersebut dan memberikan pesan jarak jauh. Aplikasi ponsel memberi tahu pengguna seberapa baik mereka melakukan latihan dan apakah mereka melakukannya dengan benar.

“Desain kami saat ini berfokus pada rehabilitasi fase satu. Namun, semua fase harus diselesaikan untuk memastikan bahwa pasien pulih secara optimal, sehingga pengembangan desain lebih lanjut akan mengeksplorasi cara menggabungkan fase selanjutnya. Saya sangat yakin bahwa konsep saya akan memberikan kontribusi positif untuk rehabilitasi ACL dan praktik klinis,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *