Peneliti Khawatir Nasib Manusia Jika Sungai Tercemar Limbah Plastik

TEKSTILPOST.ID – Pencemaran lingkungan di Indonesia semakin parah karena sampai sekarang belum teratasi. Salah satunya yang terjadi di Sungai Bengawan Solo, Pulau Jawa.

Sungai tersebut menurut beberapa peneliti telah tercemar oleh limbah mikroplastik. Keberadaan limbah ini diungkap oleh Kelompok Studi Banyu Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Airlangga (Himbio Unair) bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) Foundation.

Penelitian sudah dilakukan selama satu bulan lalu,dalam PortalSurabaya.com dengan artikel “Mikroplastik di Bengawan Solo Ancam Budidaya Ikan Jawa Timur”.Kelompok ini menyatakan limbah tersebut berasal dari industri tekstil dan etanol yang ada di Jawa Tengah.

“Kami ingin menginventarisasi hasil kandungan mikroplastik di Bengawan Solo karena selama ini sungai terpanjang di pulau Jawa ini mengalami pencemaran dari industri tekstil dan industri etanol yang berada di Jawa Tengah, sedangkan dampaknya dirasakan di Jawa Timur,” katanya, Senin (26/10).

Sementara itu  diketahui di bagian ujung tepatnya hilir Bengawan Solo dipenuhi ribuan hektar tambak. Jika Sungai Bengawan Solo dipenuhi limbah, akan berakibat fatal pada budidaya ikan yang berada disana. Sebab, mikroplastik tersebut ukurannya hampir sama dengan plankton.

Jika ikan makan mikroplastik tersebut dan kemudian manusia memakan ikan itu, secara tidak langsung manusia telah memakan sampahnya sendiri. Jelas ini sangat membahayakan bagi manusia di masa depan.

Haikal Nur Azasi, anggota peneliti Kelompok Studi Banyu Himbio Unair mengharapkan harap pemerintah untuk membuat aturan untuk menanggulangi pencemaran limbah ini. Solusinya adalah dengan mengurangi pemakaian plastik untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, manusia diharapkan agar lebih peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *