Kain Nir Tenun Indonesia Bebas Tuduhan Dumping dari India

TEKSTILPOST.ID – India secara resmi memberhentikan penyelidikan kembali (reinvestigasi) pada kain nir tenun (non-woven) dengan pos tarif/HS 5603.11 asal Indonesia sehingga bebas dari tuduhan bea masuk antidumping (BMAD). Keputusan ini dikeluarkan pada 15 September 2020 yang ditetapkan langsung Directorate General of Trade Remedies (DGTR).

“Penghentian penyelidikan ini merupakan kabar baik bagi industri tekstil nasional yang saat ini sedang terdampak pandemi COVID-19. Terlebih, industri tekstil merupakan industri padat karya dan menjadi salah satu unggulan di Tanah Air” ucap Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, di Jakarta, Rabu (23/09).

Investigasi awal kasus ini dilakukan pada 16 Juni 2016 dan diputuskan untuk distop pada 2 September 2017.

Tetapi, di tanggal 1 Juli 2020, DGTR India kembali melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dengan dasar ketetapan Custom, Excise, Service Tax Appellate Tribunal (CESTAT) India pada 12 Februari 2020 yang menerima gugatan industri domestik.

Kain bukan tenun merupakan kain lembaran berpori yang dibuat langsung dari serat terpisah, plastik cair atau film plastik. Kegunaan dari kain ini biasanya untuk produk kesehatan dan medis, seperti alat medis dari kain dan masker. Jenis kain ini dibuat tidak dengan metode ditenun atau dirajut sehingga tidak memerlukan pengubahan serat menjadi benang.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menerangkan, pemberhentian penyelidikan investigasi untuk kali kedua ini merupakan bukti kerja sama yang solid antara pemerintah, asosiasi dan eksportir.

“Keputusan India tersebut memperjelas bahwa eksportir Indonesia tidak melakukan praktik anti dumping terhadap produk kain bukan tenunan ke India. Hal ini perlu dimanfaatkan secara optimal oleh eksportir” katanya.

Bagi Indonesia, India merupakan pasar ekspor terbesar untuk produk kain non-woven. Total ekspor Indonesia ke India untuk produk tersebut di tahun 2019 senilai US$ 11,4 juta atau 50,6 persen dari total ekspor kain non-woven Indonesia secara global.

Di tahun 2015-2019, ekspor produk itu pun ke India mengalami peningkatan sebesar 10,1 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *