Penuhi Undangan DPR tentang Impor Tekstil Ilegal, Ponsel Wartawan Tempo Diambil Jaksa Kejati Jatim

TEKSTILPOST.ID – Wartawan media Tempo biro Jawa Timur, Kukuh S Wibowo mengalami pengambilan ponsel pintarnya oleh Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (02/09). Kejadian tak mengenakan ini saat dia memenuhi undangan DPR RI dengan Kejati tentang impor tekstil ilegal sebanyak 17 kontainer tekstil asal China yang membawa nama anggota dewan ini masuk ke kantor Kejati Jatim.

Dia hendak hadir dalam pertemuan itu karena undangan dari Komisi III DPR RI yang disampaikan ke pimpinan redaksi Tempo di Jakarta. Karena undangan tersebut, Kukuh datang membawa profesinya sebagai jurnalis.

“Saya menjalankan profesi saya untuk meliput, merekam, mengambil foto dan wawancara yang bisa saya lakukan dengan menggunakan HP saya. Hal itu seperti dilarang bahkan diambil jaksa, ya saya mempertanyakan untuk apa ada undangan tersebut” keterangan Kukuh S Wibowo dalam siaran KlikJatim, Kamis (03/09).

Menurutnya, penyitaan tersebut membuat profesinya terganggu sebab tidak dapat menjalankan aktifitas peliputan saat pertemuan tersebut. Bagi jurnalis, smartphone menjadi alat serba bisa karena berfungsi menjadi kamera untuk mengambil gambar, alat perekam audio, perekam video, mengetik hingga alat mengirim data melalui internet.

Kukuh mendeskripsikan kronologi penyitaan HP nya. Mula-mula, dirinya menghadiri undangan dari DPR RI yang sedang melakukan rapat kerja dengan Kejati Jatim di hari Rabu, 2 September 2020. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari Kejati Jatim, Kepala Bea Cukai dan staff nya serta dua pengusaha importir. Komisi III dihadiri oleh Desmond J Mahesa, Adies Kadir, Arteria Dahlan, Syarifuddin Sudding.

Pertemuan tersebut menindaklanjuti berita Tempo atas dugaan penyelundupan 17 kontainer tekstil asal China, yang ada sangkut pautnya Adies dan Sudding agar lolos dari kepabeanan dan biaya bea masuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *