Kejagung Panggil 3 Direktur Perusahaan Terkait Importasi Tekstil

TEKSTILPOST.ID – Tim jaksa penyidik dari Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi yang terkait kasus dugaan korupsi dalam impor tekstil.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono menyampaikan bahwa  ketiga orang direktur tersebut di antaranya Andrey Nataldy dari PT Yuni International diperiksa sebagai saksi.

Sedangkan dua orang lainnya juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus ini, yakni Direktur PT Sandratex, Mitardjo Halim, dan Direktu PT Pro Plastic Prima Ex-Truder, Hendry Purnomo.

Dalam keterangan tertulisnya, Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri.

“Khususnya untuk tekstil dari india yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya serta mencari fakta bagaimana proses pengangkutan barang import yang dilakukan oleh para pengusaha ekspedisi laut,” katanya, di Jakarta, Selasa (25/08).

Ia menambahkan pemeriksaan para saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19, antara lain dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan 5 orang tersangka, di antaranya Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam, Mukhamad Muklas (MM); dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III pada KPU Bea dan Cukai Batam, Dedi Aldrian (DA).

Kemudian, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I pada KPU Bea dan Cukai Batam, Hariyono Adi Wibowo (HAW); Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU Bea dan Cukai Batam, Kamaruddin Siregar (KA); dan Pemilik PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima, Irianto (IR).

Penetapan kelima orang tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : PRINT-22/F.2/Fd.2/04/2020 tanggal 27 April 2020 dan Nomor : PRINT-22a/F.2/Fd.2/05/2020 tanggal 6 Mei 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *