Kadin Jatim Minta Pemerintah Perhatikan UMKM

TEKSTILPOST.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meminta pemerintah membantu pemulihan kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum bankable atau belum mendapatkan kredit dari perbankan karena tidak memiliki agunan.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menjelaskan bahwa syarat bankable membuat serapan subsidi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk penanganan pandemi COVID-19 sangat rendah.

“Yang bisa mengakses bantuan subsidi kredit 6 persen per tahun dalam program (PEN) ini kan yang sudah bankable, yang jumlahnya hanya sekitar 20 persen dari total UMKM. Sementara, sisanya sebesar 80 persen belum bisa diakses. Ini yang harus dipikirkan karena sebenarnya mereka merupakan UMKM yang memiliki prospek dan kinerja bagus,” kata Adik, di Surabaya, Jumat (21/08).

Adik mengatakan bahwa UMKM sebenarnya memiliki karakter lebih tahan terhadap situasi krisis. Namun, mereka juga memiliki kelemahan karena tidak banyak yang sudah sadar akan teknologi informasi (IT). Sehingga, di masa pandemi ini banyak yang kalang kabut karena tidak siap dengan pembatasan pergerakan fisik konsumen.

“Karena itu, stimulus bagi seluruh pelaku UMKM yang belum bankable menjadi hal yang harus dilakukan agar ekonomi bisa lebih cepat pulih,” tegas Adik.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, M Rizal menambahkan, keberlangsungan kinerja UMKM ini memang harus menjadi prioritas karena besarnya sumbangan mereka kepada ekonomi daerah. Dia memberikan contoh, kontribusi sektor UMKM terhadap kinerja ekonomi di Jatim hampir mencapai 90 persen. Sebagian besar usaha mereka di sektor pengolahan makanan dan minuman, kuliner atau food and beverage (F&B), alas kaki, garmen, agro, industri kreatif dan lainnya.

“Pemerintah harus berani ambil langkah cepat, membuat terobosan bagaimana UMKM yang belum bankable ini bisa ter-cover agar mereka bisa diselamatkan, karena sesungguhnya bisnis mereka ini juga memiliki prospek yang bagus, visible, kontinyu produksi dan kualitasnya tetapi belum bankable,” tandasnya.

Rizal pun menambahkan, program PEN untuk UMKM juga tidak sepenuhnya paham dan dimanfaatkan karena kurangnya sosialisasi. Untuk itulah, Kadin Jatim berupaya membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar semakin banyak UMKM yang bisa dijangkau. Kadin Jatim telah menfasilitasi pertemuan nasabah UMKM dengan perbankan Himbara yang telah diberi tanggungjawab untuk melakukan penyaluran program PEN tersebut, diantaranya dengan BNI dan Mandiri.

“Pertemuan sudah kami gelar dua kali. Pertama dengan bank BNI dan yang kedua dengan bank Mandiri. Selanjutnya bisa juga kita menggandeng bank lainnya seperti BRI untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen, melakukan sosialisasi dan jemput bola agar program ini bisa maksimal dilaksanakan,” pungkas Rizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *