RI Jadi Tempat Buangnya Produk Gagal Ekspor Global

TEKSTILPOST.ID – Pengusaha-pengusaha tekstil mengeluh akibat minimnya pengawasan terhadap masuknya barang impor terutama pakaian jadi. Saat ini, ada tren beberapa negara produsen yang gagal ekspor ‘membuang’ produknya ke Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia tanpa aturan safeguard untuk produk garmen.

“Indonesia negara keempat penduduk terbanyak di dunia. Pertama China, kemudian India dan Amerika Serikat, semuanya punya aturan. Termasuk Pakistan dan Brazil pun punya aturan” kata Jemmy di Jakarta, Sabtu (15/8).

Seharusnya, aturan safeguard untuk produk garmen atau pakaian jadi menjadi proteksi ketat dari ancaman barang sisa ekspor. Jika tidak ada, maka banyak produk impor yang akhirnya masuk ke dalam negeri, bahkan dengan kondisi kualitas di bawah rata-rata.

“Pada saat pandemi, rata-rata ekspor garmen di seluruh dunia banyak barang yang tidak diterima alias out of season. Pada bulan Januari, Februari, Maret mereka jahit untuk musim panas. Sekarang begitu dibuka kan musim panas udah selesai, masuk musim dingin dan barang tidak mungkin menunggu setahun kedepan. Mau tidak mau dijual ke negara yang tak ada proteksinya. Indonesia kan salah satu negara yang impor pakaian jadi belum diregulasikan” ujar Jemmy.

Kondisi ini membuat khawatir pelaku usaha lokal. Negara-negara maju dengan pendapatan domestik bruto (PDB) tinggi cenderung tidak menerima pakaian untuk musim panas. Apalagi, mereka memiliki regulasi yang memproteksi barang dalam negerinya.

“Semua negara juga kemarin membuang produk sisa ekspor atau produk ekspor gagal ke Indonesia. Mereka buang kesini karena cocok musimnya” tutup Jemmy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *