Pan Brothers Siap Pasok Garmen Lokal

TEKSTILPOST.ID – PT Pan Brothers Tbk. menyatakan siap memasok kebutuhan industri  garmen yang ada di dalam negeri pada semester II/2020.

Vice Chief Executive Officer Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan bahwa hal tersebut akan meningkatkan nilai tambah industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Menurut dia, perusahaan telah membuka distribusi ke pasar lokal sejak tahun 2019.

“Kami meminta pemerintah untuk melakukan pembatasan impor. Brand-brand lokal tak perlu khawatir mencari supply dari luar negeri karena Pan Brothers juga memasok untuk pasar dalam negeri,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, Anne mengungkapkan pihaknya tak gentar dengan ancaman tingginya volume impor kain. Anne percaya bahwa produk kain produksi Pan Brothers sangat kompetitif sehingga mampu bersaing dengan negara eksportir kain, seperti Vietnam, China, dan Bangladesh di pasar global.

Menurut Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), telah ada praktik impor borongan dengan modus baru sejak akhir kuartal I/2020. APSyFI menilai kain dari importasi borongan tersebut memperlambat laju pertumbuhan utilisasi industri hulu hingga hilir TPT nasional.

Bertentangan dengan temuan APSyFI, Anne melaporkan bahwa kontribusi produksi kain perseroan justru meningkat sepanjang semester I/2020 menjadi 4 persen dari total produksi. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi kontribusi produksi kain semester I/2020 di level 2,5 persen.

Bertentangan dengan temuan APSyFI, Anne mengungkapkan bahwa kontribusi produksi kain perusahaan justru meningkat sepanjang semester I/2020 menjadi 4% dari total produksi. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi kontribusi produksi kain pada semester I/2020 di level 2,5%.

Anne mengatakan bahwa pemerintah harus tetap menindak oknum importir borongan dengan cepat. Pasalnya, tak semua industri garmen maupun kain lokal memiliki kemampuan produksi yang sama dengan Pan Brothers.

Sementara itu, Anne memprediksi pihaknya akan mengalami pertumbuhan produksi pada tahun ini. Namun, pihaknya harus memeriksa kembali pertumbuhan penjualan pemilik merk yang dipasok oleh perusahaan.

Pada semester I tahun 2020 banyak pemilik merk internasional yang menunda pemesanan. Pada waktu yang bersamaan, sebagian pemilik merk internasional memindahkan pasokan garmennya ke perseroan.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkirakan laju pertumbuhan lapangan usaha industri TPT akan minus sekitar 1 persen pada akhir 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *