Ngeri! Industri Tekstil Banyak yang Mati

TEKSTILPOST.ID – Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti nasib industri tekstil. Dia mengatakan saat ini banyak industri tekstil yang tidak berproduksi di tengah pandemi.

Perlu adanya upaya rangsangan langsung ke pelak usaha dengan menggelontorkan belanja pemerintah ke industri. Gubernur Jawa Barat tersebut mengusulkan adanya belanja khusus ke industri tekstil. Selama ini Jawa Barat sebagai sentra pabrik tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Kemarin itu ada ide Pak supaya industri manufaktur kita ini hidup mungkin pemerintah juga belanja di produk mereka yang tidak bisa ekspor. Contohnya ada yang mengusulkan Pak belanja seragam saja, memang terpakai dan bisa menghidupkan tekstil-tekstil yang mati atau belanja motor-motor produksi dari manufaktur, kita kirim ke desa-desa agar barangnya terpakai, belanjanya terjadi, manufakturnya hidup juga Pak pada semester ini” kata Kang Emil sapaan familiarnya di Posko Penanganan COVID-19 Jawa Barat, Selasa (11/08) di depan Presiden Joko Widodo.

Redma Gita Wirawasta selaku Sekretaris Jendral Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) mengungkapkan memang saat ini industri tekstil sedang tertekan, penyebabnya tidak hanya lesu karena permintaan akibat pandemi COVID-19, tap juga karena serbuan produk impor.

“Kemarin sempat buat produksi, tiba-tiba barang impor di pasar masuk banyak sekali. Jadi begitu mau bikin order lagi, dia stop lagi. Sekarang utilisasi masih sekitar 40%, naik sedikit dibanding saat pandemi sekitar 30%. Padahal harusnya bisa 60%. Yang kemarin tutup masih tutup, ada produksi dua line tambah satu line. Tapi jadi tertahan sehingga tidak maksimal” kata Redma, Rabu (12/08).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *