Kemenperin Ungkap Ketentuan SNI Untuk Masker Kain

TEKSTILPOST.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah mencapai persetujuan soal ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) masker kain menjadi tiga kategori.

Elis Masitoh selaku Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kemenperin mengatakan telah mencapai konsesus dengan sekitar 50 pemangku kepentingan di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan kesehatan terkait ketentuan SNI masker kain termasuk Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) dan perwakilan industri besar, kecil dan menengah (IKM).

“SNI Masker kain akan membagi kategori menjadi tiga tipe yakni tipe A sampai dengan tipe C. Dengan adanya tipe A-C, kami mengakomodir teman-teman IKM yang memproduksi masker” kata Elis melalui siaran pers, di Jakarta, Selasa (11/08).

Untuk pembagian masker kain nantinya akan dikategorikan berdasarkan penyaringan partikel oleh masker tersebut. Masker kain dengan tipe C merupakan masker berkualitas tinggi yang menggunakan bahan baku alternatif masker medis.

Masker berbahan kain dengan tipe C dapat menahan sekitar 60-95 persen partikel. Sehingga, masker kain tipe C setara dengan kemampuan masker N95.

“Kami juga kaget ketika tahu hasil uji masker kain tipe sama efektifnya dengan masker bedah. Sehingga warga yang ingin berobat ke rumah sakit dapat merasa aman dengan masker kain tipe C dengan harga yang lebih terjangkau daripada masker N95” ujar Elis.

Sementara, untuk masker tipe B dan tipe A masing-masing dapat menahan 10-60% dan kurang dari 10% partikel. Elis menyarankan agar konsumen tak menggunakan masker tipe A dan B jika ke rumah sakit dan hanya menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, besarnya rentang kualitas masker tersebut agar dapat mengakomodasi kepentingan IKM untuk dapat menjual produknya dan bisa mendapatkan sertifikasi  SNI. Sementara itu, bahan baku masker kain yang ditentukan SNI adalah kain rajut.

Selain pembagian berdasarkan kualitas, SNI Masker Kain juga mengatur anatomi masker kain tersebut. Masker kain dengan standar SNI mengatur agar masker kain memiliki dua lapisan, yakni lapisan dalam dan lapisan luar.

Lapisan luar berfungsi untuk menahan partikel luar, sedangkan lapisan dalam akan menahan droplet yang keluar dari mulut pengguna. Dengan demikian, konsruksi masker kain akan serupa dengan masker medis konvensional.

Rencananya SNI Masker Kain ditargetkan terbit pada bulan Agustus 2020 bersamaan dengan SNI alat pelindung diri (APD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *