Bisakah Limbah Tekstil Didaur Ulang Jadi Pakaian?

TEKSTILPOST.ID – Pemborosan yang dihasilkan oleh industri fesyen dan pakaian sangat besar. Bukan hanya karena barang-barang yang dipakai Cuma beberapa kali pakai sebelum dibuang demi tren terkini. Mendaur ulang pakaian yang terbuat dari katun adalah urusan yang kompleks.

Potongan seperti jeans dan kemeja sering kali menjadi compang-camping ketimbang menjadi rusak dan digunakan kembali sebagai pakaian berkualitas tinggi. Akan tetapi, inovasi terbaru dapat mengatasi masalah ini.

Dilansir Interesting Engineering, para ilmuwan mendemonstrasikan teknik baru mengembalikan kapas ke bentuk serat yang sesuai untuk pembuatan massal. Bahan-bahan pakaian dapat didaur ulang dengan menggunakan teknologi ini.

Alasan mendaur ulang item pakaian seperti celana, celana panjang, dan kemeja sangat sulit. Setidaknya dengan cara mereproduksi item dengan kualitas yang sama, adalah karena umunya dibuat dari campuran serat.

Sebagai contoh, kain katun dalam satu pakaian juga bisa mengandung poliester, spandeks, atau serat kimia lainnya. Tim peneliti mengatakan jenis serat yang diproduksi dikenal sebagai serat rayon viskosa.

Ini biasanya dibuat dari selulosa berbasis kayu, yang bertindak sebagai bahan starter ‘plup’ yang dilarutkan dalam larutan. Kemudian dipintal menjadi serat selulosa yang telah diregenerasi.

Namun, tim ilmuawan dari Institute Fraunhofer dengan perusahaan Swedia, re: newcell, untuk menyelidiki lebih banyak bahan awal yang ramah lingkungan.

Re: newcell mengirimkan kami lembaran selulosa yang terbuat dari kapas daur ulang dan meminta kami untuk mencari tahu apakah selulosa tersebut dapat diubah menjadi serat rayon viskosa” kata Andre Lehmann dari Fraunhofer.

Dari lembaran selulosa kapas daur ulang, tim mampu menghasilkan benang dengan panjang beberapa kilometer. Terbuat dari 100 persen selulosa yang kualitas sebanding dengan yang terbuat dari selulosa berbahan dasar kayu. Tim tersebut mengatakan teknik tersebut kompatibel dengan prosedur standar untuk memproduksi rayon viskosa.

“Pakaian katun biasanya dibakar atau berakhir di tempat pembuangan sampah,” kata Lehmann.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *