Direktur Industri Tekstil Kemenperin dan Dua Perusahaan Absen dari Pemeriksaan Impor Tekstil

Jakarta – Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki pada Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Elis Masitoh tidak hadir dalam panggilan Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil pada Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan tahun 2018-2019.

Berdasarkan surat panggilan nomor SPS-3725/F.2/Fd.1/07/2020, Elis dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa lalu (04/08).

Selain itu, Direktur PT Mitra Sembada Mulia dan Direktur PT Mugi Jaya Laksono juga tak hadir dalam pemeriksaan penyidik pidana khusus (pidsus) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam dugaan kasus dugaan korupsi importasi tekstil. Ketiga saksi tidak memberikan alasan yang jelas kepada penyidik karena tidak ada surat pemberitahuan.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan ketiga saksi tidak menghadiri pemanggilan penyidik pidsus karena berhalangan hadir, meski dijadwalkan pada Selasa lalu untuk menjalani pemeriksaan.

“Saksi-saksi tersebut tidak hadir. Saksi-saksi tidak hadir mungkin karena berhalangan” ujar Febrie pada pers di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (05/08).

“Kami ingin memeriksa tentang izin impornya, mulai dari status impornya, bagaimana mekanisme pemberian kouta, kemudia bagaimana tentang proses barang itu masuk dan keluar dari pelabuhan” kata Febrie

Sementara itu, saksi dari perusahaan yang diperiksa, penyidik akan menanyakan soal barang-barang importir berasal dari mana dan mekanisme barang impor tekstil itu masuk ke Indonesia.

“Perusahaan tersebut perlu ditanya, barang-barangnya didapat dari mana, dan lain sebagainya” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *