Ratusan Buruh Garmen Gelar Demo di Depan Kantor Gubernur Jateng

Semarang – Ratusan pekerja PT Pinnacle Apparels Semarang menuntut kejelasan atas status mereka yang saat ini tidak jelas alias digantung oleh pihak perusahaan. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (28/07).

Salah satu perwakilan pekerja PT Pinacle Apparel Suyono mengatakan, perusahaan telah bertindak sewenang-wenang dengan merumahkan ratusan karyawannya tanpa kejelasan.

“Ada 500 karyawan yang dirumahkan lebih dari dua bulan, perusahaan tidak mau memberikan gaji, tidak memberikan pesangon atau bisa dibilang kita digantung seperti ini tanpa kejelasan” kata Suyono.

Suyono menjelaskan, pihak perusahaan berniat untuk memindahkan operasional pabriknya di kawasan Industri Tanjung Emas Kota Semarang daerah Bawen, Kabupaten Semarang.

“Terus terang kam keberatan dengan keputusan tersebut. Kami kecewa perusahaan ingkar janji. Kami meminta kalau memang harus dipindahkan ke Bawen, upah kami harus ikut UMR Kota Semarang” jelasnya.

Namun, perusahaan tidak mengabulkan permintaan para karyawannya, malah merumahkan mereka dengan dalih terdampak COVID-19.

“Status kami tidak jelas. Perusahaan tidak mau memecat kami, dan hanya menawarkan tali asih yang tak seberapa. Kami dirumahkan tapi tidak diberi pesangon” tegas Suyono.

Sepaham dengan Suyono, Suparni kecewa dengan sikap perusahaan yang terkesan tidak menghargai pengabdiannya selama ini.

“Saya dapat tali asih hanya Rp 4.5 juta saja padahal sudah bekerja 17 tahun disana. Yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan” kata Suparni.

Perlu diketahui, ratusan buruh ini telah melakukan aksi demonstrasi selama sepekan terakhir. Mereka mendatangi kantor DPRD Kota Semarang, kantor DPRD Jawa Tengah, terakhir kantor Gubernur Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *