Buruknya Upah Buruh Indonesia Dibalik Jersey Klub Sepak Bola Inggris

TEKSTILPOST.ID – Upah buruh di Indonesia yang membuat jersey baru Chelsea dan Liverpool menjadi sorotan media ternama Inggris, The Guardian. Menurut laporan media tersebut, buruh hanya diupah kurang dari 1 dollar untuk satu jersey.

“Pekerja mengaku dibayar 70 penny untuk 70 poundsterling jersey Chelsea dan Liverpool. Jersey Chelsea dengan brand Nike dihargai dengan dengan 70 poundsterling untuk kemeja buatan Indonesia yang dijual massal. Harganya juga bisa mencapai 100 poundsterling” tulis The Guardian, Minggu (26/07).

70 penny sama dengan Rp 13.440 dengan asumsi 1 penny sebesar 192 perak. Harga tersebut sangat jauh dengan nilai jual jersey tersebut yang dikonversikan ke rupiah sebesar Rp 1.306.690.

Jersey anyar Chelsea untuk musim 2020-2021 tertera label ‘Made in Indonesia’ di balik jersey tersebut. Nike kabarnya memilih Indonesia sebagai tempat produksi jersey klub-klub ternama Eropa lantaran upah murah untuk pekerjanya.

Hal sama dilakukan oleh Liverpool dengan brand  New Balance. Kabarnya nilai untuk pekerja yang membuat jersey The Reds musim depan juga tidak jauh beda.

Menurut serikat buruh di Indonesia, kedua brand  tersebut kabarnya akan memberikan kenaikan upah sebesar 10% untuk satu jersey yang diproduksi. Tapi, nilai tersebut dinilai masih kurang untuk para pekerja Indonesia dan Thailand.

Menurut laporan The Guardian, pihak Nike mengklaim telah mengikuti standar upah para pekerja di Indonesia dan Thailand. Namun, Nike tidak mau menguraikan tingkat upah yang diterima para pekerja tersebut.

Laporan The Guardian lainnya menyebutkan bahwa 80% pekerja garmen di Indonesia adalah perempuan dengan pendapatan kurang dari 200 poundsterling per bulan. Nilai ini tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Upah hidup di Indonesia sekitar 350 poundsterling per bulan. Tidak diketahui berapa banyak pekerja yang memproduksi jersey sepak bola tersebut untuk Nike” tulisnya.

Seorang juru bicara Nike menjelaskan bahwa tingkat upah buruh di satu negara yang memproduksi jersey untuk perusahaan asal Amerika tersebut memang berbeda.

“Tingkat upah ditentukan oleh pemasuk dan bervariasi berdasarkan sejumlah faktor. Menurut kode etik kami, setiap karyawan pabrik memiliki hak atas kompensasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *