UNESA dan IKATSI Sepakat Bentuk Prodi Pertekstilan

TEKSTILPOST.ID – IKATSI menyebutkan industri tekstil di Indonesia tengah mengalami kesulitan produksi. Dampak pandemi COVID-19 dan kebijakan pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan pabrik tutup, dan tidak beroperasi.

Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Jawa Timur Haryono mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai inovasi ditengah pandemi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat tekstil di Indonesia.

“Saat ini IKATSI Jatim telah menjalin kerjasama dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Teknik Univeristas Negeri Surabaya dalam pembentukan program studi D4 Fashion Desain dan S1 Pendidikan Tata Busana” kata Haryono, Selasa sore (21/07).

Dekan Fakultas Teknik UNESA Maspiyah menambahkan bahwa MoU ini dilakukan untuk penerapan kurikulum yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Dalam kurikulumnya, mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan diluar kampus selama 2 semester.

“Penerapan kurikulum kami salah satunya memilih kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) di industri busana baik butik maupun garmen di Surabaya dan Jatim, sehingga kerjasama dengan IKATSI kami akan dibantu menempatkan mahasiswa magang di industri yang tergabung didalam IKATSI” ujar Maspiyah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Haryono, Bk. Teks., ST bersama Dr. Maspiyah, M. Kes di Gedung Jalan WR Supratman 112 Surabaya. Haryono didampingi Wakil Sekretaris IKATSI Jatim HM Yousri Nur Raja Agam dan disaksikan Penasehat IKATSI Pusat Lukas L. Prawoto dan Adi Kusrianto.

Sebelum penandatanganan MoU, sudah terlaksanakannya kegiatan antara dua lembaga tersebut. 16 Juli lalu pihak IKATSI menjadi narasumber seminar online dengan tema “Sustainable Fashion”yang diikuti mahasiswa, dosen, alumni dan masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *