Kemenperin Yakin Sektor Garmen Akan Bangkit

TEKSTILPOST.ID ­– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui sektor industri manufaktur mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19. Nilai Purchasing Management Index (PMI)berada pada level 27,5 pada bulan April, menurun dibandingkan pada bulan Februari di level 51,9. Padahal, sektor garmen menjadi salah satu tulang punggung perekonomian negara.

Industri garmen merupakan sektor yang tergolong padat karya yag berorientasi ekspor. Peluang ekspor terbuka besar karena saat ini alat pelindung diri (APD) sedang dibutuhkan di seluruh dunia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko SA Cahyanto menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar sektor industri tetap berputar, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, Kemenperin melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam lembaga terkait lain agar pemulihan dapat berjalan tepat sasaran di era new normal.

Dengan upaya pemulihan sektor industri, perusahaan industri yang beroperasi wajib memiliki izin operasional dan mobiltas kegiatan industri (IOMKI) yang diatur dalam surat edaran Menteri Perindustrian No.7 Tahun 2020.

“Perusahaan dan kawasan industri yang telah memiliki IOMKI wajib memiliki standar operasional prosedur pelaksanaan protokol kesehatan “ kata Eko

Eko juga menambahkan perusahaan wajib melaporkan pelaksanaan operasional dan mobilitasnya secara bertahap setiap akhir minggu melalui portal sistem informasi industri nasional (SIINas). Apabila ada industri yang tidak patuh pada peraturan dengan melanggar protokol kesehatan, maka akan diberikan sanksi berupa pencabutan IOMKI.

Balai Diklat Industri Jakarta juga telah melaksanakan Diklat Operator Mesin Industri Garmen berbasis kompetensi onsite di PT Globalindo Intimates dan di PT Eco Smart Garmen Indonesia. Tujuannya yakni menghasilkan SDM yang berkompeten sehingga meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Diklat 3in1 diperlukan untuk masyarakat yang tidak terserap lapangan pekerjaan maupun terkena dampak PHK agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan new normal  di industri” ucap Eko

Kepala BPSDMI berharap perekonomian dapat kembali pulih di era normal baru dengan mulai beroperasinya industri.

“Sektor industri merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar hingga 19,98% pada triwulan I tahun 2020 melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penerimaan devisa dari ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Ditambah, izin ekspor APD juga sudah dibuka kembali” jelas Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *