Produk Tekstil Laris di Sejumlah Marketplace Saat Pandemi

TEKSTILPOST.ID – Sejumlah marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak mengungkapkan beberapa jenis produk tekstil yang laris manis saat COVID-19 melanda di Indonesia. Padahal riset McKinsey menunjukan konsumen mengurangi belanja pakaian saat pandemi.

Bagian Public Relations Lead Shopee Aditya Maulana Noverdi mengatakan produk tekstil seperti masker kain meningkat selama COVID-19 melanda. Penjualan pakaian muslim juga meningkat  4x lipat saat bulan Ramadhan.

“Produk fesyen memang tidak masuk kategori yang paling banyak dibeli saat pandemi. Namun, kami melihat kategori ini memiliki  ruang gerak yang cukup luas untuk dapat disesuaikan” kata Aditya, di Bandung, Senin (13/07).

Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono juga mengungkapkan peningkatan penjualan pakaian pria, perempuan, dan anak-anak saat Ramadhan lalu.

“Kami melihat, ini karena adanya kebutuhan untuk silaturahmi melalui panggilan video (video call). Penjual juga bisa menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen untuk meningkatkan penjualan” ungkap Intan.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengakui juga bahwa adanya perubahan produk yang paling banyak dibeli selama masa pandemi. Berdasarkan data internal per Mei, kategori makanan dan minuman, perlengkapan rumah tangga, kesehatan dan elektronik paling populer.

“Penjual di luar kategori tersebut terus melakukan berbagai upaya untuk beradaptasi demi mempertahankan usahanya di tengah pandemi” ucap Ekhel.

Ekhel memberikan contoh, merk Batik Kultur yang berfokus menjual pakaian batik, sekarang kini menambahka varian produk berupa masker kain.

Pelaku usaha dengan merk Aleza pun menawarkan paket new normal yang berupa masker kain, pouch, tempat tissue dari kain, hand sanitizer dan desinfektan.

Usaha mikro seperti busana Nadjani dapat menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen. Merk ini sempat mengalami penurunan penjualan sampai 30%. Namun, omset Nadjani kembali stabil setelah bergabung dengan marketplace. Nadjani juga menambahkan produk seperti celemek dan mukena. Produk ini dibutuhkan masyarakat, karena lebih banyak beraktivitas dirumah.

Sebelumnya, riset McKinsey menunjukan 45% dari 3.600 responden berencana mengurangi belanja pakaian. Responden berdomisili di 91 kota di China, Indonesia dan India. Survey tersebut dilaksanakan pada 28 April hingga 10 Mei

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *