Jaya Tekstil Indonesia!

EDITORIAL TEKSTILPOST.ID – Masih ada di ingatan kita tagar dan status kalangan pertekstilan nasional di media sosial beberapa waktu lalu sebagai penyemangat bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional untuk bangkit dari keterpurukan. Permasalahan klasik rendahnya daya saing yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini menjadi faktor utama sektor TPT untuk bangkit dari keterpurukan. Ditambah dengan banjirnya barang-barang impor murah dipasar domestik yang semakin menekan kinerja industri TPT nasional.

Tekstilpost.id lahir dari semangat kalangan pertekstilan nasional untuk Kembali meraih kejayaannya. Kami hadir untuk mengupas berbagai permasalahan yang menggelayuti di industry TPT nasional secara lebih mendalam dengan harapan menjadi sumber informasi bagi seluruh stakeholder untuk mendapatkan solusi. Segala persoalan akan kami urai secara transparan, akan kami bedah secara lebih terbuka bahkan lebih vulgar agar persoalan menjadi terang-benderang dan memudahkan stakeholder mendapatkan solusinya.

Edisi pertama Tekstilpost.id, kami menitik beratkan pembahasan pada permasalahan alat pelindung diri (APD). Dimana pada masa pandemi COVID-19, beberapa perusahaan melakukan switch produksi ke APD khususnya Hazmat, Gown dan Masker, bahkan beberapa perusahaan juga memproduksi alas kaki hingga perlengkapan rumah sakit lainnya seperti seprei, sarung bantal dan selimut.

Namun, semangat untuk memproduksi APD berbanding terbalik dengan keputusan Kementerian Kesehatan RI yang justru memutuskan untuk menggunakan APD impor meskipun kualitas APD lokal sudah pada tahap level 4, yaitu level tertinggi dari standar World Health Organization (WHO).

Permasalahan APD ini kami kupas dalam edisi pertama kami, disertai dengan beberapa informasi lainnya, semoga edisi pertama ini bisa bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih.

Tim Redaksi Editorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *