Stimulus Pemakaian Listrik Minimum Mendapat Apresiasi dari API

TEKSTILPOST.ID – Presiden Joko Widodo memberikan stimulus kepada pelaku industri mengenai penghapusan minimum biaya pemakaian listrik industri selama 40 jam. Hal tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari sejumlah pelaku industri di Indonesia agar meringankan beban perusahaan di tengan pandemi.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2011 tentang Tarif Listrik yang disediakan oleh negara melalui PLN, tarif dasar listrik untuk keperluan industri diterapkan dengan rekening minimum 40 jam nyala dikali daya tersambung.

Mengenai persetujuan Presiden Joko Widodo untuk memberikan stimulus tersebut telah dikonfirmasi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahwa ada industri yang mengalami penurunan utilitas hingga 40% saat pandemi Covid-19. Sehingga penggunaan listrik tersebut tidak maksimal.

“Namun, mereka harus bayar 40 jam, itu cukup memberatkan,” ucap Agus saat RDP dengan Komisi VI DPR secara virtual, Selasa pekan lalu (23/6).

Agus  juga menjelaskan hal tersebut dapat dapat membantu industri yang mengalami kesulitan arus kas. “Itu disetujui. Sekarang tinggal bagaimana implementasinya, kita kawal,” ucap Agus.

Langkah Presiden Joko Widodo tersebut mendapat apresiasi dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Sekretaris Eksekutif API Rizal Tanzil Rakhman mengatakan penghematan biaya produksi tersebut dapat dikonversikan untuk meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 20%. Demikian juga dapat meningkatkan kinerja industri strategis nasional yang pertumbuhannya saat ini terkonsentrasi hingga minus 1,24%.

Rizal juga mengatakan bahwa API meminta kepada pemerintah agar stimulus tersebut diberikan kepada semua golongan industri tekstil dan produk tekstil termasuk industri rumahan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca COVID-19 secara merata. “Stimulus ini juga sangat dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis pelaku industri. Kami telah memproyeksikan separuh dari total industri akan tutup pada September tahun ini akibat kondisi keuangan yang menipis” kata Rizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *